PT IMK Turut Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla di Murung Raya, Dorong Pencegahan dan Respons Cepat

Kolaborasi pemerintah dan PT IMK dalam pencegahan dan penanganan Karhutla di Kabupaten Murung Raya

PURUK CAHU, Bangunkalteng.id – Kemarau berkepanjangan yang melanda Kalimantan Tengah pada 2026 meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan kualitas udara. Kondisi tersebut turut dirasakan di Kabupaten Murung Raya, terutama dengan meningkatnya potensi titik api dan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Murung Raya, pada 1 September 2026 pukul 09.50 WIB, kualitas udara di wilayah tersebut berada pada kategori berbahaya. Konsentrasi PM2,5 tercatat mencapai 521 mikrogram per meter kubik, jauh di atas nilai ambang batas wajar yang berada di bawah 65 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini menjadi perhatian serius sekaligus menegaskan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan karhutla secara terpadu.

Melihat kondisi tersebut, PT Indo Muro Kencana (PT IMK) sebagai bagian dari dunia usaha yang beroperasi di Kabupaten Murung Raya mengambil peran aktif dalam mendukung upaya penanganan karhutla. Tidak hanya mengandalkan respons terhadap kejadian kebakaran di sekitar wilayah operasional, PT IMK juga memperkuat kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya dan pemerintah kecamatan untuk mendorong langkah-langkah pencegahan secara berkelanjutan.

Dukungan PT IMK kepada BPBD Kabupaten Murung Raya diwujudkan melalui penyerahan bantuan berupa logistik, masker, dan spanduk imbauan larangan karhutla pada 6 September 2026. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan dan pelaksanaan penanganan karhutla di lapangan.

Manager CSR PT IMK, Budhi Bakti, yang mewakili manajemen perusahaan, menyampaikan harapan agar dukungan tersebut dapat memberikan manfaat dalam memperkuat penanganan karhutla di Kabupaten Murung Raya.

“Selain dukungan logistik, PT IMK juga menerapkan pola quick response terhadap kejadian karhutla yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Tim Emergency Response Team (ERT) bersama unsur sekuriti dikerahkan untuk melakukan penanganan secara cepat dan tepat guna mencegah api meluas. Respons dini tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meminimalkan luasan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya, Senin (7/9/2026).

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama BPBD Kabupaten Murung Raya dan pemerintah kecamatan. Sosialisasi menyasar wilayah Kecamatan Tanah Siang, Tanah Siang Selatan, Murung, dan Sungai Babuat, dengan melibatkan pemerintah desa, unsur muspika, serta masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari desa-desa lingkar tambang.

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya, dampak lingkungan, serta risiko hukum akibat pembakaran hutan dan lahan.

Rangkaian sosialisasi tersebut dimulai pada Senin, 7 September 2026, di Kecamatan Tanah Siang Selatan dan diikuti 59 peserta. Dalam kegiatan itu, Asisten III Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Andi Raya, S.STP, M.Si, menyampaikan sambutan Bupati Murung Raya yang menekankan tiga langkah utama dalam penanganan karhutla, yakni memprioritaskan pencegahan melalui edukasi yang humanis, memperkuat sinergi tiga pilar antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, serta meningkatkan kesiapsiagaan desa melalui penguatan kelembagaan kebencanaan.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya juga menyampaikan apresiasi kepada PT IMK atas inisiatif dan kolaborasinya bersama BPBD dalam mendorong sosialisasi pencegahan karhutla di wilayah desa lingkar tambang.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Murung Raya, Fitrianur Pahriman, SP, M.Si, mengimbau pemerintah desa agar menjaga dan merawat peralatan penanganan karhutla yang telah tersedia sehingga selalu dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

“Kolaborasi antara PT IMK, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat tersebut menjadi langkah bersama untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla di Murung Raya. Pelaksanaan sosialisasi di kecamatan lainnya akan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah disepakati bersama BPBD Kabupaten Murung Raya, dengan harapan sinergi tersebut mampu memperkuat pencegahan, mempercepat respons terhadap kejadian kebakaran, dan meminimalkan dampak karhutla bagi masyarakat serta lingkungan,” imbuhnya. (BK/Red)